Jumat, 06 Februari 2009

POHON



Inilah aku, orang-orang memanggilku POHON.

Mengapa POHON?, karena aku punya akar yang kuat, karena aku mampu berdiri dengan kokoh dan tegar. Karena aku punya banyak daun.

Dan begitulah,aku sudah berpacaran sebanyak 5 kali. Namun sebenarnya kekasihku hanya satu.

Dialah tempat dimana kutitipkan lebih dari separuh hatiku, tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakan padanya.

Dia sangat menyukai senja, entah kenapa aku sendiri tidak tau.

Pernah aku tanyakan alasannya, dia hanya berkata

mungkin satu saat nanti kita bisa melihat senja bersama, dan aku akan memberitaukan padamu mengapa aku menyukai senja”

Dia tidaklah rupawan…….

Dia senang memperhatikan hal2 kecil disekelilingnya…dia sosok yang biasa saja….sangat biasa.
Aku menyukainya…

Gayanya yang innocent dan apa adanya…kepandaiannya dan kepeduliaannya…kekuatannya…

Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena….dia sangat biasa dan tidak serasi untukku,

Aku takut semua perasaan indah itu akan hilang…
Aku takut gosip2 akan menyakitinya….
Aku merasa dia adalah “sahabatku”…aku akan memilikinya tiada batasnya, dan tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia.
Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini.

Dia tau aku mengejar ngejar yang lain dan aku telah membuatnya menangis selama 3 tahun…..

Ketika aku mencium kekasihku yang ke-2, pipinya meranum merah.

“Teruskan saja” katanya.
Dia berlalu. Ujung matanya tampak basah.
Keesokkan harinya kulihat matanya merah.
Tapi aku tak peduli. Kuhabiskan hari itu bersama bercerita.
Dia tampak gembira, tersenyum dan tertawa.
Keesokkannya lagi aku sudah kembali ke duniaku sendiri.

Pacarku yang ke-4 tidak suka padanya.
Begitu pula dengan dia.
Selama beberapa saat mereka sempat terlibat perang dingin.
Saat itu aku menujukkan ketidaksukaanku padanya, hal yang tidak pernah kulakukan sebelumnnya. Dia tampak kaget, matanya kembali merah, dia kembali menepikan dirinya.

Esoknya aku kembali menyapanya seperti tidak pernah terjadi apa-apa diantara kami.

Ketika aku sedang bosan dengan pacarku yang ke-5, entah kenapa tiba-tiba aku ingin melihat senja. Ketika kusampaikan kepadanya, dia tampak gembira sekali.

Dan begitulah aku menghabiskan akhir siang itu bersama dia.
kalimat kalimat meluncur begitu saja diantara kami,
terkadang diselingi cerita-cerita lucu dan konyol tentang kami berdua.

Terkadang juga kami terdiam beberapa saat.

Dalam diam pun rasanya ribuan hal sudah tersampaikan, adalah kau juga merasakan hal yang sama ?

“Itu dia !!! dapatkan kau melihatnya ??!” katanya setengah berteriak sambil menunjuk ke arah senja..

“Itu dia dapatkah kau melihat senja ? lihatlah ke sana, Maha Karya sang Pencipta Kehidupan.
Lukisan alam maha indah dalam kanvas langit yang begitu luas.
Dapatkan kau melihat semburan warna merah jingga keemasan itu ?
Taukah kau langit kadang bereksperimen dengan warna keperakan,
bukan keemasan seperti sekarang”

Aku diam tak berkata apapun.
Aku tau dia bukan bertanya kepadaku, dia ingin membagi senjanya yang begitu dalam dia maknai dengan aku.

Senyumnya terus mengembang. Matanya tak pergi menatap langit.

Tapi mengapa aku belum juga punya keberanian untuk mengatakannya padamu.
Ah…..mungkin nanti saja.

“Apakah kau tau kejutan-kejutan apa lagi yang dimiliki senja ?” tanyanya sedikit manja .

Aku sedikit terperanjat “well….mungkin kita harus menghabiskan beberapa senja lagi, baru nanti aku sampakan padamu apa kejutan itu”

“ok…deal !! ” jawabnya setengah terbahak.

Sebelum berpisah dia sempat bertanya padaku

“DAUN pergi karena tertiup ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”

agak ragu aku menjawabnya,

“POHON tidak akan meminta DAUN untuk tinggal, karena DAUN pasti tau apa yang terbaik dia rasakan.”.

“Oh, jadi begitu ?” jawabnya lagi. Sedikit tampak kehampaan di matanya.

“Kenapa?” tanyaku balik.

“Tidak apa-apa. Aku hanya bertanya.”

Sepanjang perjalanan pulang tiba-tiba ada perasaan tidak enak yang menjalar ke seluruh tubuhku.

Jalan didepanku ketapaki begitu saja, hingga akhirnya aku telah sampai.
Entah apa yang sebenarnya yang terjadi rasanya tubuh dan jiwaku tak kugenggam utuh.

Butuh waktu lebih dari semiggu bagiku untuk memutuskan hubunganku dengan pacarku yang ke-5, ketika kuputuskan untuk menyampaikan perasaanku padanya.
Ternyata diapun juga ingin bertemu denganku.

Aku katakan aku baru saja memutuskan suatu hubungan, ketika dia berkata dia baru saja akan memulai sesuatu hubungan.

“Aku akan pergi” katanya memulai pembicaraan malam itu.

“Pergi ? kapan ? ” tanyaku cepat-cepat. Rasanya aku tidak siap mendengar kabar ini

“Besok”

“Besok ? kemana ?” tanyaku

“Menuju senja”.

Dadaku bergemuruh, rasanya seperti karang pantai yang dihempas ombak pasang di malam purnama bulan desember. begitu keras hamtamannya.

Tapi……..tapi aku adalah POHON, aku tegar…ya…aku harus tegar…….

Aku tau siapa dia, dia adalah -sebut saja ANGIN- yang sudah lama menaruh hatinya pada kekasihku itu. Aku tau ANGIN sangat menyayanginya, dan ANGIN tidak mungkin akan menyakitinya.

Buru-buru aku tersenyum. “Baiklah semoga kau mendapatkan yang kau impikan”.

Dia hanya tertunduk - terdiam, ada sorot kecewa di matanya. Tapi aku tak bisa berkata apa-apa lagi.

*****

“Besok ? tak adakah waktu yang lebih baik drpd besok ? Semoga kau mendapatkan yang kau impikan ?” bodoh !! bodoh sekali engkau ini ! pengecut macam apa dirimu sebenarnya ? aku memaki diriku sendiri.

Kekasihku…taukah kau, sesugguhnya aku pun hancur….mungkin sama berserpihannya dengan hatimu.
Tapi aku tak mampu berbuat apa-apa…aku tak ingin meamtahkan sayap-sayap kupu-kupumu dengan genggaman tanganku yang mungkin terlalu kencang, namun juga terlalu sakit melihatmu terbang meninggalkanku…..kekasihku.

Handphoneku bergetar, sebuah SMS masuk, ternyata itu SMS yang sama 10 hari yang lalu padaku

“DAUN pergi karena tertiup ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”


nb : pengarang tak dikenal..... banyak versi mengenai cerita Daun, Pohon dan angin....




Kamis, 05 Februari 2009

Pohon, Daun dan Angin



DAUN terbang karena ANGIN bertiup
atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal...??


POHON

Orang2 memanggilku “POHON” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali…

Ada satu wanita yang sangat AKU cintai..tapi AKU tidak punya keberanian untuk mengatakannya… Dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy.. Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita biasa saja. AKU menyukainya..sangat menyukainya.. Gayanya yang innocent dan apa adanya.. kemandiriannya..kepandaiannya dan kekuatannya… Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena… AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku… AKU takut…jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang… AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya… AKU merasa dia adalah “sahabatku”… AKU akan memilikinya tiada batasnya…tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia…

Alasan yang terakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini… Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis selama 3 tahun…

Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya…
Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah…”lanjutkan saja” katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak..dan merah… AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis… but AKU tertawa…bercanda dengannya seharian di ruang itu… Di sudut ruang itu dia menangis…dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal… Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana….

Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya…
Pernah sekali mereka berdua perang dingin, AKU tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin… Tapi AKU masih tetap bersama pacarku… AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget… AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku… Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya… AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia… AKU juga sedih…

Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi… Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya… Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku… AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku… Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang… AKU tau pria itu…dia sering mengejarnya selama ini…Pria yang baik, penuh energi dan menarik…

AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya… Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya… Seperti ada batu yang sangat berat didadaku…AKU tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apa daya…

Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya…
Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya… Handphoneku bergetar…ternyata ada SMS masuk…SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis…

SMS itu berbunyi,”DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”


DAUN

AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa?
Karena AKU merasa bahwa bagi DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.

Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “Sahabat” . Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya… AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya - CEMBURU… Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan… Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi…

AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya? Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah? Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih… Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa…

AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan… Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?

Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati…AKU tahu kesukaannya…kebiasaannya… Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui… Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ? Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya…memberinya perhatian…menemani…dan mencintainya… Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku… Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam…mengharapkan mengirimku SMS… AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku… Karena itu, AKU menunggunya… 3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah…Kadang AKU berpikir untuk tetap menunggu… Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini…

Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku…setiap hari dia mengejarku tanpa lelah… Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku… AKU berpikir…apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untuknya ?!..

Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon… Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku…

AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik… Akhirnya AKU meninggalkan Pohon…tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal… AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku…

“DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”



ANGIN

AKU menyukai seorang gadis bernama Daun…
karena dia sangat bergantung pada Pohon..jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat…

Angin akan meniup Daun terbang jauh…
Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami… Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya memerhatikan Pohon… Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya… Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya… Memperhatikannya menjadi kebiasaanku…seperti daun yang suka melihat Pohon. Satu hari saja tak kulihat dia…AKU merasa sangat kehilangan…

Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun… Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi… Esoknya…Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon… AKU melangkah dan tersenyum padanya…Kuambil secarik kertas..kutulis dan kuberikan padanya… Dia sangat kaget…

Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku… Esoknya…dia datang…menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu… Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon. AKU melihat kearahnya…kuhampiri dengan kata2 itu… Sangat pelan…dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan telponku…

AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU…tapi AKU akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku… Selama 4 bln, AKU telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya… Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan…tapi AKU tidak menyerah… Keputusanku bulat….AKU ingin memilikinya…dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku….

Aku bertanya,” apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas? Mengapa kau selalu membisu?” Dia berkata, “AKU menengadahkan kepalaku”…

“Ah?” Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar…
“Aku menengadahkan kepalaku” dia berteriak…

Kuletakkan telepon……melompat….berlari seribu langkah…ke rumahnya… Dia membuka pintu bagiku…Ku peluk erat-erat tubuhnya…

“DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”


nb: dulu aku dapat email ttg cerita ini dari seorang teman, tapi tidak ada nama pengarangnya..... aku berharap suatu saat dapat menjabat tangan sipengarang dan mengatakan betapa aku menyukai buah karyanya yang satu ini.... semoga^^

....ombak kecil...

Aku seumpama ombak kecil yang terabaikan
Dihempaskan angin kian kemari
Hingga membentur batu karang

Abaikan saja aku
Acuhkan saja seuruh keberadaanku
Karna aku takkan pernah berubah
Dan takkan pula pernah berhenti
Dengan semangat besarku ’kan kukikis batu karang
Menjadi butiran kecil pasir di pantai
yang basah kala air mengguyur
dan panas kala matahari menyinari
Itulah aku
;ombak kecil
ya... hanya ombak kecil


@RinS